Jakarta - Tank Leopard yang dibeli oleh pemerintah
Indonesia dari Jerman, disebut sudah mengalami penyesuaian agar main
battle tank tersebut cocok digunakan untuk negara tropis.
Selain itu,
menurut Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro, Indonesia cukup
beruntung, karena dengan anggaran untuk 44 tank baru, akhirnya
memperoleh hingga 150 tank, dengan 100 main battle tank dan sisanya tank
medium Marder.
"Kalau 44 itu brand new, tapi (yang sekarang) bekas. Tapi sudah
dimodifikasi. Mereka itu terpakai untuk daerah tropis, karena itu
namanya Leopard RI karena sudah di-adjusted yang bisa dipakai di daerah
tropis," kata Purnomo, di kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa
(21/5).
Hal tersebut disampaikan Menhan menyusul lolosnya kontrak pembelian
tank Leopard, yang diperkirakan akan tiba di Tanah Air pada bulan
Oktober mendatang.
"Tadinya dengan uang sama, kita hitung hanya dapat 44 brand new.
Tetapi dengan uang yang sama, (dapat) 100 main battle tank, terus kita
dapat lagi sekitar 50 medium battle tank, sehingga jumlahnya 150-an,"
kata Purnomo lagi.
Meskipun dilakukan penyesuaian terhadap negara tropis, namun
kemampuan Leopard itu, kata Purnomo pula, akan tetap sama. "Ini malah
menguntungkan," tegasnya.
Hal yang sama pun, menurut Purnomo, ada pada proses pembelian pesawat
F-16 dari Amerika Serikat (AS). Indonesia menurutnya, awalnya akan
membeli pesawat brand new sebanyak 6 buah.
Tapi dengan F-16 yang tidak
baru namun masih bisa digunakan dan dimodifikasi, Indonesia bisa
mendapatkan lebih dari 6 unit.
Sumber : Beritasatu
Komentar
Posting Komentar