PT DI Siap Rambah Pasar Internasional
![]() |
| Prototipe N219 PT DI (Angkasa) |
Meski Sempat mengalami Masa-masa Sulit, akhirnya, PT Dirgantara Indonesia dapat mempertahankan hidupnya, bahkan Bangkit. Buktinya,
Badan Usaha Milik Negara Yang Bergerak Dalam, Industri kedirgantaraan
ITU mendapat kepercayaan, regular tidak HANYA Domestik, tetapi juga
mancanegara.
Melihat kondisi ITU, PT DI Terus berupaya meningkatkan kinerjanya PADA 2014. Satu diantaranya, menembus Pasar internasional hanya guna menyemarakkan persaingan Pesawat Kecil. "Tahun Suami, Kami MEMBANGUN prototipe N-219, Pesawat berkapasitas 19 Penumpang. Targetnya, PADA 2016, Kami sudah Produksi Dan izinnya TERBIT. Tahun berikutnya (2017), Kami SIAP menembus Pasar internasional hanya, yaitu Asia, termasuk ASEAN, Dan Afrika, ujar Asisten Direktur Kepemilikan Modal Jaminan Mutu Dan Humas PT DI, Sonny Saleh Ibrahim, di Bandung, Selasa (24/12).
Menurutnya, N- 219 adalah Pesawat bermesin propeler (baling-baling) Kecil berukuran. Kendati demikian, sambungnya, Daya angkut N-219 lebih BANYAK daripada Pesawat sekelasnya. Daya Saing LAIN Yang terdapat PADA N-219, ungkap Sonny, Dalam, Hal daftar harga jual. Harganya, berada di tingkat 4-4,5 Juta dolar amerika Serikat.
Selain ITU, tukasnya, N-219 pun dapat lepas landas Dan PADA landing Landasan pacu Pendek Dan Kawasan Pegunungan. Karenanya, Sonny berpendapat, N-219 CUKUP tepat * Bagi penerbangan perintis. "Indonesia Punya sejumlah maskapai perintis. SAYA kira, N-219 dapat menjadi primadona penerbangan perintis. Jadi penerbangan perintis merupakan Pasar * Bagi Kami, "tuturnya.
Sonny menjelaskan, di Dunia, terdapat beberapa Negara Yang juga memproduksi Pesawat sejenis. Antara berbaring, Twin Otter, Cessna Caravan (Kanada), Dan Sukhoi (Rusia). Di Dunia, menurutnya, kebutuhan Pesawat perintis CUKUP BANYAK. Tahun Lalu, kebutuhannya 800 satuan. "Kami HARAP dapat Meraih 200 unitnya," ucapnya.
NUSANTARA HANYA N-219, lanjut Sonny, pihaknya pun meningkatkan Produksi Dan pemasaran CN-295, CN-235 MPA, Bell 412 EP, Dan N-212 Sipil Dan Militer. Diutarakan, sejauh inisial, beberapa Negara Berminat PADA Produk-Produk andalan PT DI nihil. Bahkan, seru Sonny, beberapa di antaranya segera mencapai kesepakatan Metropolitan Land Afiliasi. "Salah satunya, Artikel Baru Filipina, yaitu pemesanan N-212 Dan CN-295," katanya.
Mengenai Rencana 2014, Sonny mengemukakan, pihaknya menargetkan Rencana diakui pada saat terhutang Dan Metropolitan Land Afiliasi bernilai Rp 4,91 triliun. Target TOTAL, Dalam, Hal Penjualan bersih sebesar Rp 4,43 triliun. "Kami pun menargetkan Nilai Akhir Rp 4,90 triliun," Jawab Sonny.
Jalan Pintas KONTRAK 2014, beber dia, Sekitar 80 persen khususnya merupakan Metropolitan Land Afiliasi lama. Sisanya, imbuh dia, merupakan Metropolitan Land Afiliasi baru Negara. "Jalan Pintas Metropolitan Land Afiliasi baru Negara, Kami perkirakan, Masih didominasi pemesanan Dalam, Negeri, yaitu 60 persen khususnya. Semuanya berkenaan Artikel Baru alutsita (Alat angkut SISTEM pertahanan). SEMENTARA 40 persen khususnya Metropolitan Land Afiliasi baru Negara yaitu Artikel Baru beberapa Negara. Semisal, sebut dia, Thailand, Filipina, Malaysia, Brunei, Vietnam, Myanmar Dan, "tandas dia.
PT DI Siap Penuhi PERMINTAAN Kemenhan
Memperkuat SISTEM pertahanan Dan keamanan menjadi salat Satu kebijakan pemerintah Yang diputuskan. Karenanya,
Kementerian Pertahanan Terus melakukan berbagai upaya untuk memperbarui
Dan memperkuat Alat angkut SISTEM pertahanan (alutsista). Salah Satu caranya Artikel Baru melakukan pemesanan Pembuatan Pesawat kepada PT Dirgantara Indonesia.
Direktur Utama PT DI, Budi Santoso, mengemukakan, secara keseluruhan, untuk beberapa Tahun mendatang, JUMLAH pemesanan CN 235 Diposkan oleh pemerintah untuk memperkuat Barisan TNI sebanyak 21 Unit. Sedangkan NC 212, sejumlah 54 Unit. "Namun, sejauh inisial untuk CN 235, kontraknya baru Negara 3 Unit. Sebanyak 1 diantaranya, Kami serahkan aceh Suami, "ujar Budi PADA penyerahan Pesawat CN 235 di PT DI, Rabu (2/10).
Budi mengungkap, selain Kemenhan, beberapa Negara pun memesan Pesawat-Pesawat nihil. Antara berbaring, Malaysia, yaitu berupa modifikasi 2 Unit CN 235 MPA. Kemudian, Brunei Darussalam, sebanyak 1 unit CN 235 MPA. "Berikutnya, Filipina. Pemesanannya yaitu NC 212 sebanyak 2 satuan. Begitu pula Artikel Baru Kepolisian Thailand, Yang memesan 1unit NC 212 dan 2 Unit CN 235, "ungkap Budi.
Mengenai value per share Metropolitan Land Afiliasi, Budi menyebutkan, pemesanan Kemenhan bernilai CUKUP Tinggi. Ia menyebut, jumlah Secara, angkanya mencapai 80 Juta dolar AS.
Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro, berpendapat, pihaknya memang memerlukan armada-armada pertahanan Yang lebih mumpuni. Tujuannya, jelas dia, regular tidak berbaring untuk mempertahankan Dan memperkuat Kedaulatan. Rencananya, Pesawat-Pesawat ITU peruntukannya * Bagi pemerkuatan Patroli maritim. Menurutnya, CN 235 adalah Pesawat Yang cocok untuk menjaga Dan memantaui wilâyah perairan di Indonesia.
Melihat kondisi ITU, PT DI Terus berupaya meningkatkan kinerjanya PADA 2014. Satu diantaranya, menembus Pasar internasional hanya guna menyemarakkan persaingan Pesawat Kecil. "Tahun Suami, Kami MEMBANGUN prototipe N-219, Pesawat berkapasitas 19 Penumpang. Targetnya, PADA 2016, Kami sudah Produksi Dan izinnya TERBIT. Tahun berikutnya (2017), Kami SIAP menembus Pasar internasional hanya, yaitu Asia, termasuk ASEAN, Dan Afrika, ujar Asisten Direktur Kepemilikan Modal Jaminan Mutu Dan Humas PT DI, Sonny Saleh Ibrahim, di Bandung, Selasa (24/12).
Menurutnya, N- 219 adalah Pesawat bermesin propeler (baling-baling) Kecil berukuran. Kendati demikian, sambungnya, Daya angkut N-219 lebih BANYAK daripada Pesawat sekelasnya. Daya Saing LAIN Yang terdapat PADA N-219, ungkap Sonny, Dalam, Hal daftar harga jual. Harganya, berada di tingkat 4-4,5 Juta dolar amerika Serikat.
Selain ITU, tukasnya, N-219 pun dapat lepas landas Dan PADA landing Landasan pacu Pendek Dan Kawasan Pegunungan. Karenanya, Sonny berpendapat, N-219 CUKUP tepat * Bagi penerbangan perintis. "Indonesia Punya sejumlah maskapai perintis. SAYA kira, N-219 dapat menjadi primadona penerbangan perintis. Jadi penerbangan perintis merupakan Pasar * Bagi Kami, "tuturnya.
Sonny menjelaskan, di Dunia, terdapat beberapa Negara Yang juga memproduksi Pesawat sejenis. Antara berbaring, Twin Otter, Cessna Caravan (Kanada), Dan Sukhoi (Rusia). Di Dunia, menurutnya, kebutuhan Pesawat perintis CUKUP BANYAK. Tahun Lalu, kebutuhannya 800 satuan. "Kami HARAP dapat Meraih 200 unitnya," ucapnya.
NUSANTARA HANYA N-219, lanjut Sonny, pihaknya pun meningkatkan Produksi Dan pemasaran CN-295, CN-235 MPA, Bell 412 EP, Dan N-212 Sipil Dan Militer. Diutarakan, sejauh inisial, beberapa Negara Berminat PADA Produk-Produk andalan PT DI nihil. Bahkan, seru Sonny, beberapa di antaranya segera mencapai kesepakatan Metropolitan Land Afiliasi. "Salah satunya, Artikel Baru Filipina, yaitu pemesanan N-212 Dan CN-295," katanya.
Mengenai Rencana 2014, Sonny mengemukakan, pihaknya menargetkan Rencana diakui pada saat terhutang Dan Metropolitan Land Afiliasi bernilai Rp 4,91 triliun. Target TOTAL, Dalam, Hal Penjualan bersih sebesar Rp 4,43 triliun. "Kami pun menargetkan Nilai Akhir Rp 4,90 triliun," Jawab Sonny.
Jalan Pintas KONTRAK 2014, beber dia, Sekitar 80 persen khususnya merupakan Metropolitan Land Afiliasi lama. Sisanya, imbuh dia, merupakan Metropolitan Land Afiliasi baru Negara. "Jalan Pintas Metropolitan Land Afiliasi baru Negara, Kami perkirakan, Masih didominasi pemesanan Dalam, Negeri, yaitu 60 persen khususnya. Semuanya berkenaan Artikel Baru alutsita (Alat angkut SISTEM pertahanan). SEMENTARA 40 persen khususnya Metropolitan Land Afiliasi baru Negara yaitu Artikel Baru beberapa Negara. Semisal, sebut dia, Thailand, Filipina, Malaysia, Brunei, Vietnam, Myanmar Dan, "tandas dia.
PT DI Siap Penuhi PERMINTAAN Kemenhan
![]() |
| CN235 MPA TNI AL (Kopassus) |
Direktur Utama PT DI, Budi Santoso, mengemukakan, secara keseluruhan, untuk beberapa Tahun mendatang, JUMLAH pemesanan CN 235 Diposkan oleh pemerintah untuk memperkuat Barisan TNI sebanyak 21 Unit. Sedangkan NC 212, sejumlah 54 Unit. "Namun, sejauh inisial untuk CN 235, kontraknya baru Negara 3 Unit. Sebanyak 1 diantaranya, Kami serahkan aceh Suami, "ujar Budi PADA penyerahan Pesawat CN 235 di PT DI, Rabu (2/10).
Budi mengungkap, selain Kemenhan, beberapa Negara pun memesan Pesawat-Pesawat nihil. Antara berbaring, Malaysia, yaitu berupa modifikasi 2 Unit CN 235 MPA. Kemudian, Brunei Darussalam, sebanyak 1 unit CN 235 MPA. "Berikutnya, Filipina. Pemesanannya yaitu NC 212 sebanyak 2 satuan. Begitu pula Artikel Baru Kepolisian Thailand, Yang memesan 1unit NC 212 dan 2 Unit CN 235, "ungkap Budi.
Mengenai value per share Metropolitan Land Afiliasi, Budi menyebutkan, pemesanan Kemenhan bernilai CUKUP Tinggi. Ia menyebut, jumlah Secara, angkanya mencapai 80 Juta dolar AS.
Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro, berpendapat, pihaknya memang memerlukan armada-armada pertahanan Yang lebih mumpuni. Tujuannya, jelas dia, regular tidak berbaring untuk mempertahankan Dan memperkuat Kedaulatan. Rencananya, Pesawat-Pesawat ITU peruntukannya * Bagi pemerkuatan Patroli maritim. Menurutnya, CN 235 adalah Pesawat Yang cocok untuk menjaga Dan memantaui wilâyah perairan di Indonesia.

.jpg)
Komentar
Posting Komentar